Iniakan menjadi penggenapan nubuat dalam Wahyu 1:7: "Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia: dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia." Mengapa semua orang akan meratap? Karena Tuhan Yang Mahakuasa telah mengungkapkan begitu banyak kebenaran dan melakukan pekerjaan yang begitu besar, dan bukan saja mereka menolak untuk menyelidikinya, tetapi mereka mengutuk, menghakimi, dan menghujat Dia bersama dengan kekuatan Pengelolatempat wisata negeri di atas awan Sukmadi mengatakan, jumlah pengunjung akhir pakan ini melebihi kunjungan pada pekan-pekan sebelumnya, ditandai dengan muncul macet beberapa kilometer sebelum puncak. Sambungnya, para pengunjung yang penasaran dengan panorama hamparan negeri di atas awan mulai berdatangan sejak Jumat (20/9/2019) malam. Diatidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan Dia tidak menampakkan diri kepada semua orang sembari menaiki awan putih. Dia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap tidak mengetahui tentang Dia. Manusia sekadar menantikan-Nya tanpa tujuan, tanpa menyadari bahwa Dia telah turun di atas 'awan putih' (awan itu adalah Roh-Nya, perkataan-Nya, seluruh watak-Nya dan seluruh keberadaan-Nya), dan kini Dia berada di antara sekelompok pemenang Fast Money. Tempat wisata alam memang dapat jadi destinasi favorit untuk relaksasi atau sekedar mengagumi keindahannya. Bagi banyak orang wisata alam yang unik adalah tempat yang mampu memberikan gambaran fantasi tapi ada di dunia nyata. Sensasi berada di negeri di atas awan adalah salah satu alasan banyak objek wisata alam dataran tinggi sangat populer untungnya memiliki banyak tempat wisata negeri di atas awan ini karena memiliki banyak pegunungan. Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi tempat seperti ini, Berikut adalah wisata di atas awan yang paling epik1. Dataran Tinggi Lolai2. Desa Mamullu3. Kebun Buah Mangunan4. Daerah Wisata Batutumonga5. Puncak B 296. Bukit Banyon7. Buntu Liarra8. Gunung Andong9. Pura Lempuyang Luhur10. Gunung Prau1. Dataran Tinggi wisata negeri di atas awan yang pertama adalah Dataran Tinggi Lolai. Lokasi wisata alam ini terletak di Sulawesi Selatan tepatnya di Kampung Lolai. Kampung Lolai terletak di pegunungan yang memiliki ketinggian Meter di atas permukaan laut. Di ketinggian ini, Anda sudah dapat merasakan udara dingin dan pemandangan yang dihiasi awan. Anda tidak lagi mampu melihat dataran di kaki gunung jika sudah di puncak karena sudah tertutup hamparan awan putih. Daya tarik lautan awan ini makin terlihat jika Anda datang ke sini pada pukul dini hari. Cahaya sunrise yang terpantul awan membuat pemandangan menjadi menakjubkan. Cahaya orange dan semburat jingga akan memanjakan mata Anda. Untuk memaksimalkan wisata ke tempat ini sangat dianjurkan untuk menginap dengan cara membuat tenda di puncak gunung. Tapi bagi yang hanya ingin santai – santai, Anda bisa kunjungi Tongkrongan Lempe yang berupa tempat dengan teras di atas gunung. Di tempat ini Anda bisa duduk – duduk sambil menikmati segelas kopi Wisata Bahari Tapanuli TengahSeven Summit Pegunungan Nongkojajar Pasuruan2. Desa Anda ingin mengunjungi tempat wisata negeri di atas awan yang masih liar, Anda bisa coba daerah wisata Desa Mamullu. Mamulu ini berada di Sulawesi Barat tepatnya di Kampung Pakem, Kecamatan Pana, Mamasa. Daerah pegunungan di desa ini selalu diselimuti kabut dan embun. Tapi jika Anda datang di saat suasana cerah, Anda akan melihat gulungan – gulungan awan yang menyejukan. Pemandangan indah ini sayangnya masih sulit dinikmati maksimal. Daerah wisata ini masih kurang fasilitas dan tergolong masih agak liar. Jika Anda ke sini pastikan untuk membawa perlengkapan yang lengkap. Pastikan juga untuk hati – hati selama perjalanan ke atas perbukitan. Jalan yang ada di sini belum dibangun jadi masih berupa tanah dan jalan liar. Hanya kendaraan offroad saja yang mungkin mudah melalui area mendaki ini. Tapi setelah melewati perjalanan ini, Anda akan dihadiahi pemandangan yang membuat usaha mendaki Kebun Buah MangunanKebun Buah MangunanKebun Buah Mangunan ini terletak di dataran tinggi Imogiri, Yogyakarta. Destinasi wisata ini cukup populer di kalangan anak muda pecinta Alam. Panorama keindahan alam seperti bukit, lembah, sungai dan hutan selalu dihiasi oleh kabut awan yang bergulung. Jika Anda menuju ke puncak pada pagi hari, Anda akan melihat kabut di bawah yang tampak seperti kapas. Pemandangan inilah yang membuat orang menjuluki kebun ini sebagai negeri di atas awan. Karena pemandangan unik ini, tidak jarang fotografer berdatangan dari berbagai tempat untuk mengambil gambar model di sini. Sebagai wisata kebun, di sini Anda juga bisa menikmati membeli buah langsung dari pohonnya. Anda bahkan bisa memanjat dan memetik sendiri jika mau. Untuk kebutuhan memetik ini Anda akan ditemani dengan guide untuk menyusuri kebun Daerah Wisata datang ke tanah Toraja, Anda tentu tidak boleh melewatkan kesempatan untuk datang ke Batutumonga. Daerah wisata ini terletak di lereng Gunung Sesean yang bisa ditempuh 90 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor dari Rantepao, Batutumonga. Selama perjalanan Anda akan disambut dengan kesejukan udara, pemandangan hamparan sawah dan hutan serta pengalaman mendaki medan gunung. Setelah sampai di atas Anda akan terpukau dengan keindahan gulungan awan di sini. Awan di sini bergerak cepat seakan – akan seperti ombak laut. Wisatawan yang datang untuk mencari pengalaman negeri di atas awan tidak akan kecewa melihat pemandangan Puncak B B 29 ini juga disebut dengan nama Puncak Songolikur dalam bahasa Jawa. Puncak ini berada di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Untuk datang ke sini lebih mudah karena sudah dikelola jalannya. Bagi backpacker, menyewa ojek dari Terminal Minak Koncar ke arah desa. Nah, dari desa Argosari, Anda harus mendaki dengan jalan kaki untuk sampai ke puncak. Setelah sampai di atas, Anda akan disambut udara dingin pegunungan. Jika sedang benar – benar dingin, suhu di puncak ini bisa mencapai 5 derajat Celcius, lho. Bagi yang tidak kuat dingin harap membawa jaket tebal. Untuk memaksimalkan pemandangan yang akan dinikmati, sangat disarankan untuk datang sebelum matahari terbit. Efek sunrise akan menambah efek menakjubkan gulungan awan di atas puncak ini. Untuk salah satu pilihan wisata negeri di atas awan, Puncak B 29 tidak akan Bukit tempat berikutnya adalah Bukit Banyon. Bukit ini terletak di perbatasan Desa Widoro dan Karanganyar, Kecamatan Gandung Sari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jika Anda mau datang ke sini, Anda harus siap kendaraan pribadi. Mendaki dari bawah ke atas tidak ada kendaraan umumnya, jadi mau tak mau harus berjalan kaki jika Anda seorang backpacker. Tapi perjalanan ini akan memuaskan karena di puncak Bukit Banyon, Anda akan disambut oleh gulungan panorama awan yang tebal. Efek pesona bagaikan negeri di atas awan ini akan lebih jelas dinikmati pada pagi hari. Jika diperkirakan, efek gulungan awan ini berlangsung cukup lama, yaitu antara jam sampai pagi. Jika di tempat lain, awan sudah hilang saat suhu meningkat setelah sunrise, tapi disini udara dingin mempertahankan kabut dan awan untuk tetap tebal. Hal ini disebabkan karena posisi Bukit Banyon yang ada di ketinggian Meter di atas permukaan Buntu wisata Buntu Liarra ini tergolong baru di daerah Sulawesi Barat. Buntu Lirara masih berada satu daerah dengan Desa Mamullu karena berada di kabupaten Mamasa. Buntu Liarra ini merupakan sudut berbeda dari Desa Mamullu. Jika Desa Mamullu masih liar, daerah wisata yang satu ini sudah lebih terbangun. Tentu bagi yang tidak mau terlalu sulit mendaki, pilihan ini menjadi hal utama dalam memutuskan berkunjung. Di atas lokasi wisata ini Anda bisa melihat gugusan awan putih yang memantulkan cahaya matahari. Hal ini membuat awan – awan terlihat berkilau saat mereka bergerak di udara. Pemandangan paling indah tempat ini bisa dinikmati sekitar pukul 4 sampai 9 pagi untuk sunrise dan pukul 4 sore sampai malam untuk pemandangan sunset. Pengalaman negeri di atas awan ini tentunya unik dan jangan sampai Gunung AndongTribun Jateng – tempat tinggi yang unik berikutnya adalah Gunung Andong. Gunung ini terletak di Magelang, Jawa Tengah. Sebagai objek wisata gunung, tempat ini masih terhitung asri. Pemandangan perbukitan dan hutan di sekitarnya sangat menarik untuk dinikmati. Gunung ini memiliki ketinggian Meter di atas permukaan laut. Banyak orang datang ke sini karena pemandangan kabut dan awannya. Jika angin kencang datang, Anda akan melihat pemandangan awan yang bergulung seperti ombak di atas sini. Untuk datang ke sini, diharapkan Anda mempersiapkan alat mendaki ringan. Jalur mendaki di sini licin karena basah dan lumut. Jangan sampai Anda hanya menggunakan sandal saat datang ke Pura Lempuyang ingin melihat pemandangan negeri di atas awan yang dipadu bangunan Pura tua, Anda bisa coba datang ke Pura Lempuyangan Luhur. Tempat wisata ini terletak di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem Bali. Untuk mencapai lokasi ini, Anda harus mendaki Gunung Lempuyangan. Untungnya perjalanan ke sini sudah dipermudah dengan adanya ratusan anak tangga sepanjang rute mendaki. Sesampainya di atas, Anda akan disambut dengan panorama pegunungan dan awan yang indah. Hal lain yang mengagumkan adalah adanya Pura yang menambah pesona tempat ini. Anda bisa ambil foto di antara gerbang pura dengan background awan bergulung serta cahaya sunrise di Gunung wisata negeri di atas awan berikutnya adalah Gunung Prau. Gunung ini terletak di perbatasan 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Kendal, Banjarnegara, Batang, Temanggung dan Wonosobo. Hal ini disebabkan ukuran gunung yang besar dan tinggi. Puncak gunung ini berada di ketinggian Meter di atas permukaan laut. Di ketinggian ini Anda hanya akan disambut dengan pemandangan lautan awan di atas puncak. Hal ini untungnya membuat tempat ini lebih unik. Jika Anda datang pada malam hari, posisi awan akan berada di bawah gunung dan memperlihatkan langit yang jernih. Hal ini membuat pemandangan bintang dan gugusan galaksi bisa disaksikan dengan jelas. Jika datang ke sini jangan lupa membawa peralatan kemah, teropong bintang dan juga baju tebal. Di jamin, pengalaman kemah di sini unik dan tidak terlupakan. Sekedar informasi saja, Gunung Prau ini bisa tutup. Penutupan ini dilakukan berkala oleh pemerintah untuk memulihkan ekosistem. Biasanya penutupan berlangsung dari tanggal 5 Januari Lirik "Diatas Awan"[Verse 1]CintaSatukan hatiKuatkan jiwaMenghadapi duniaSegalaCinta dan lukaKuatkan semuaPersahabatan[Chorus]KitaPenantang impianDi atas awanKita kan menangKitaPenakluk duniaDi atas awanKita kan menang, menang ah oh[Verse 2]BilaKau merasa sepiIngatlah bahwaKau tak sendiriTanpamu tak akan samaTanpamu semua berbedaKisahmu juga kisahkuSelalu bersama[Chorus]KitaPenantang impianDi atas awanKita kan menangKitaPenakluk duniaDi atas awanKita kan menang, menang ah oh[Bridge]MelangkahDi bawah mentari yang samaMencariTempat kita di masa depanBerjanjiKita tak akan putus asaWalaupunSemua takkan mudah[Chorus]KitaPenantang impianDi atas awanKita kan menangKitaPenakluk duniaDi atas awanKita kan menangOh ohHow to Format LyricsType out all lyrics, even repeating song parts like the chorusLyrics should be broken down into individual linesUse section headers above different song parts like [Verse], [Chorus], italics lyric and bold lyric to distinguish between different vocalists in the same song partIf you don’t understand a lyric, use [?]To learn more, check out our transcription guide or visit our transcribers forum Langit biru dipenuhi awan putih yang melayang-layang dan bergulung-gulung bagai lukisan pemandangan yang mengalir, dan aku tak bisa menahan embusan napas saat memikirkan bagaimana pendeta selalu mengatakan, "Pada akhir zaman, Tuhan akan datang kembali di atas awan putih, dan asalkan kita terus mengamati dan menunggu kedatangan-Nya kembali, maka Tuhan akan mengangkat kita dan menyambut kita ke kerajaan surga ...." Lebih dari 10 tahun yang lalu, aku sering menatap langit sambil berharap, bermimpi bahwa Tuhan Yesus tiba-tiba muncul di atas awan putih untuk membawa kita ke surga. Namun, lebih dari 10 tahun telah berlalu sejak saat itu dan aku tidak pernah melihat kedatangan-Nya. Aku tidak bisa menahan perasaan sedih saat berpikir Kita sekarang berada di akhir zaman, jadi kapankah Tuhan akan datang di atas awan untuk menyambut kita? Aku benar-benar berharap suatu hari nanti dapat melihat pemandangan Tuhan naik di atas awan putih turun dari langit—itu akan sangat luar biasa! Suatu hari, aku sedang mengunjungi seorang teman dan kebetulan keponakan temanku, Saudara Li, ada di sana. Ketika kami membicarakan tentang kondisi dunia saat ini, dengan bencana di mana-mana semakin besar skalanya, dan tentang penampakan bulan-bulan darah yang disebutkan dalam Wahyu, kami semua merasa bahwa nubuat-nubuat mengenai kedatangan kembali Tuhan Yesus telah cukup banyak digenapi dan bahwa Dia akan segera datang kembali. Saudara Li kemudian bertanya kepadaku, "Saudari, menurutmu dengan cara bagaimana Tuhan akan datang kembali?" Tanpa pikir panjang, aku berkata, "Dia akan datang di atas awan putih, tentu saja, karena Dia telah berfirman, 'Dan mereka akan melihat Anak Manusia datang di awan dengan kuasa dan kemuliaan besar' Lukas 2127. Dan itu dinubuatkan dalam Wahyu pasal 1, ayat 7 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan.'" Saudara Li berkata, "Saudari, aku dulu juga berpikir bahwa Tuhan akan datang kembali di atas awan putih dan bahwa Dia akan datang dengan kemuliaan yang besar. Namun kemudian, aku menghadiri sebuah kebaktian rekan kerja, dan dengan membahas cara Tuhan akan datang kembali bersama semua saudara-saudari di sana, akhirnya aku menyadari bahwa, selain nubuat dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan akan datang secara terbuka dengan awan-awan, sebenarnya banyak ayat lain dari Alkitab yang menubuatkan bahwa Tuhan akan datang secara rahasia ketika Dia datang kembali ..." Sebelum menunggu Saudara Li selesai bicara, aku menyela dengan gelisah, mengatakan, "Bagaimana mungkin? Apakah Tuhan tidak akan datang di atas awan putih? Bagaimana mungkin Dia datang secara rahasia?" Saudara Li tersenyum dan berkata, "Saudari, pada kenyataannya, ada misteri yang berkaitan dengan kedatangan kembali Tuhan. Aku telah mencari keterangan di Alkitab bersama saudara-saudari dan kami telah bersekutu dan membahasnya, dan baru kemudian, aku menemukan bahwa ada dua cara di mana Tuhan akan datang kembali Pertama, Tuhan akan datang secara terbuka dengan awan-awan, dan yang kedua, Dia akan datang secara rahasia. Seperti yang tertulis dalam Wahyu 1615, 'Lihatlah, Aku datang bagaikan pencuri. Diberkatilah ia yang berjaga-jaga dan menjaga pakaiannya, supaya ia tidak berjalan dengan telanjang, dan dan jangan sampai kemaluannya terlihat.' Dinyatakan dalam Matius 256, 'Dan di saat tengah malam ada suara seruan terdengar, Lihatlah, Mempelai laki-laki itu datang; keluarlah dan jumpai Dia.' Dan dalam Matius 2443–44, dinyatakan 'Tetapi ketahuilah, bahwa jika pemilik rumah tahu kapan waktunya pencuri akan datang, ia pasti akan berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dbobol. Karena itu hendaklah engkau berjaga-jaga sebab Anak Manusia akan datang pada waktu yang tidak engkau duga.' Kata-kata dalam ayat-ayat ini, 'bagaikan pencuri', 'di saat tengah malam ada seruan terdengar' dan 'pada waktu yang tidak engkau duga' merujuk pada kenyataan bahwa Tuhan akan datang kembali dalam keheningan sehingga kita akan tetap tidak menyadari, semua merujuk pada Tuhan yang datang secara diam-diam dan secara rahasia. Selain itu, ketika Tuhan menubuatkan kedatangan-Nya kembali, Dia berfirman, 'Karena sama seperti kilat yang memancar dari satu bagian di bawah langit, bersinar sampai ke bagian lain di bawah langit; demikian juga Anak Manusia saat hari kedatangan-Nya tiba. Tetapi pertama-tama Dia harus mengalami berbagai penderitaan dan ditolak oleh generasi ini' Lukas 1724-25. 'Anak Manusia' yang disebutkan di sini merujuk pada seseorang yang lahir dari seorang manusia dan yang memiliki kemanusiaan normal. Kita tahu bahwa Tuhan Yesus disebut Anak Manusia dan Kristus karena Dia adalah inkarnasi dari Roh Tuhan. Secara lahiriah, Dia tampak seperti manusia normal biasa, dan tidak ada yang tahu bahwa Dia adalah Tuhan, dan tidak ada yang tahu identitas sejati-Nya. Bagi manusia, identitas-Nya tetap dirahasiakan sampai Tuhan Yesus berfirman dan mulai melakukan pekerjaan-Nya, dan baru kemudian orang-orang mengenali-Nya sebagai Tuhan dan sebagai Kristus. Oleh karena itu, Tuhan menubuatkan bahwa kedatangan-Nya kembali akan sama seperti kedatangan Anak Manusia, dan ini benar-benar berarti bahwa Tuhan akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia dan datang secara rahasia." Setelah Saudara Li selesai bicara, aku dengan saksama merenungkan ayat-ayat Alkitab tersebut dan berpikir dalam hati Persekutuan saudara itu cocok dengan Alkitab, persekutuan itu mengandung pencerahan Roh Kudus dan mengandung penjelasan baru. Sepertinya Tuhan benar-benar akan datang kembali sebagai Anak Manusia dan datang secara rahasia. Aku pernah membaca ayat-ayat ini sebelumnya, jadi mengapa aku tidak pernah menyadarinya? Oleh karena itu, aku berkata kepada saudara itu, "Aku mengerti apa yang telah engkau persekutukan. Jadi, kata-kata 'Anak Manusia akan datang' dan 'bagaikan pencuri' benar-benar berarti bahwa Tuhan akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia dan datang secara rahasia. Ini pemahaman yang cukup murni. Namun, aku tetap belum mengerti. Jika, ketika Tuhan datang kembali, Dia benar-benar datang secara rahasia dalam daging yang berinkarnasi, lalu bagaimana nubuat dalam Alkitab bahwa Tuhan akan datang dengan awan-awan dan setiap pasang mata akan melihat-Nya dapat dijelaskan?" Saudara Li tersenyum dan berkata, "Dulu aku juga bingung dengan hal ini. Dulu aku berpikir bahwa, benar-benar sebuah kontradiksi bahwa satu nubuat menyatakan Tuhan akan datang secara rahasia bagaikan seorang pencuri, sementara nubuat yang lain menyatakan bahwa Dia akan datang di atas awan putih dan akan muncul secara terbuka. Baru kemudian, dengan terus mencari dan membahas masalah ini dengan saudara-saudari, aku menjadi mengerti bahwa ada hikmat Tuhan di baliknya. Sebenarnya, dua cara di mana Tuhan akan datang kembali tidak bertentangan sama sekali, tetapi keduanya berurutan. Pertama, Tuhan akan berinkarnasi sebagai Anak Manusia, dan akan muncul dan melakukan pekerjaan-Nya, dan kemudian Dia akan datang dengan awan-awan dan muncul secara terbuka. Selain itu, ini berhubungan dengan pekerjaan Tuhan pada akhir zaman, seperti yang dinyatakan dalam Surat Pertama Petrus 417, 'Karena waktunya akan datang penghakiman harus dimulai di rumah Tuhan.' Dan dalam Yohanes 1248, dinyatakan, 'Dia yang menolak Aku dan tidak menerima firman-Ku, sudah ada yang menghakiminya firman yang Aku nyatakan, itulah yang akan menghakiminya di akhir zaman.' Kita dapat melihat jelas dari ayat-ayat ini bahwa ketika Tuhan berinkarnasi di akhir zaman, Dia akan melakukan pekerjaan penghakiman yang dimulai di rumah Tuhan, dan dengan mengungkapkan kebenaran, Tuhan akan menghakimi dan menyucikan manusia untuk menyempurnakan sekelompok orang menjadi pemenang. Gadis-gadis bijaksana mendengar suara Tuhan dan kemudian dapat menyambut-Nya dan mengikuti jejak Anak Domba. Oleh karena itu, sementara Tuhan bekerja secara rahasia, semua orang yang menerima air dan makanan dari firman Tuhan, yang watak rusaknya disucikan dan yang mampu sepenuhnya membuang pengaruh gelap Iblis, akan menjadi pemenang yang disempurnakan oleh Tuhan. Inilah tepatnya yang menggenapi nubuat dalam Kitab Wahyu 'Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan; sebab mereka murni. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba ke mana pun Dia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia, sebagai buah sulung bagi Tuhan dan Anak Domba. Dan di dalam mulut mereka tidak ditemukan kelicikan karena mereka tidak bercacat di hadapan takhta Tuhan' Wahyu 144–5. Setelah pemenang disempurnakan, pekerjaan rahasia inkarnasi Tuhan akan selesai, Tuhan akan datang kembali ke Sion dengan kemuliaan dan bencana besar akan turun ke dunia. Pada saat itu, semua orang yang menentang dan mengutuk Kristus pada akhir zaman sementara Dia melakukan pekerjaan-Nya secara rahasia akan dilanda bencana dan akan dihukum. Ini menggenapi nubuat yang dinyatakan dalam Wahyu 17, 'Lihatlah, Dia datang dengan awan-awan; dan setiap mata akan melihat-Nya, juga mereka yang menikam Dia dan semua orang di bumi akan meratap karena Dia.' Oleh karena itu, ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia datang awalnya secara rahasia dan kemudian secara terbuka. Waktu ketika Tuhan melakukan pekerjaan-Nya secara rahasia adalah tahap di mana Tuhan menyelamatkan dan menyempurnakan manusia, dan ketika Dia datang dengan awan-awan, itu akan menjadi saat ketika Tuhan akan muncul secara terbuka kepada umat manusia dan akan menghargai yang baik dan menghukum yang jahat, dan mereka yang belum menerima pekerjaan rahasia Tuhan akan dilanda bencana dengan banyak ratapan dan kertakan gigi. Dengan cara ini, gandum akan dipisahkan dari lalang, domba dari kambing, dan gadis-gadis bijaksana dari gadis-gadis bodoh." Setelah mendengarkan persekutuan dari Saudara Li, hatiku tiba-tiba dipenuhi dengan terang dan, dengan penuh emosi, aku berkata, "Saudaraku, aku mengerti persekutuanmu. Jadi, ternyata cara Tuhan akan datang kembali adalah bahwa Dia pertama-tama berinkarnasi sebagai Anak Manusia untuk melakukan pekerjaan penghakiman dan, setelah Dia menyempurnakan sekelompok pemenang sebelum terjadi bencana, ketika bencana benar-benar turun, Tuhan kemudian akan mulai mengupah yang baik dan menghukum yang jahat, dan Dia akan muncul secara terbuka kepada semua negara dan bangsa. Dengan cara ini, tidak ada kontradiksi dalam nubuat dalam Alkitab. Aku juga mengerti bahwa jika Tuhan datang langsung dengan awan-awan dan muncul secara terbuka kepada semua orang, semua orang akan jatuh ke tanah untuk menerima-Nya dan menaati-Nya, dan kemudian gandum tidak akan terpisah dari lalang, maupun domba dari kambing—Tuhan sangat bijaksana untuk datang secara rahasia! Namun, mengingat kedatangan kembali Tuhan pertama-tama adalah bahwa Dia datang secara rahasia, bagaimana kemudian kita dapat menyambut-Nya?" Sambil tersenyum, Saudara Li berkata, "Syukur pada Tuhan. Ini pertanyaan penting, dan aku sudah mencari jawabannya saat berada di kebaktian rekan kerja itu. Saudara-saudari membacakan beberapa ayat Alkitab untukku." Kagum, aku berkata, "Ini juga tercatat dalam Alkitab? Ayat yang mana?" Saudara Li berkata, "Dalam Yohanes 1612–13, Tuhan Yesus berfirman, 'Ada banyak hal lain yang bisa Kukatakan kepadamu, tetapi engkau tidak bisa menerima semuanya itu saat ini. Namun, ketika Dia, Roh Kebenaran itu, datang, Dia akan menuntun engkau sekalian ke dalam seluruh kebenaran karena Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri; tetapi Dia akan menyampaikan segala sesuatu yang telah didengar-Nya dan Dia akan menunjukkan hal-hal yang akan datang kepadamu.' Wahyu 320 menyatakan, 'Lihatlah, Aku berdiri di pintu dan mengetuk kalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu itu, Aku akan datang masuk kepadanya, dan bersantap dengannya, dia bersama-Ku.' Dan dalam Yohanes 1027, Tuhan Yesus berfirman, 'Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku.' Ini hanya beberapa contoh. Dari nubuat-nubuat ini kita dapat melihat bahwa, ketika Tuhan datang kembali pada akhir zaman, Dia akan menyampaikan lebih banyak firman, dan dengan mengungkapkan kebenaranlah Tuhan akan mengetuk pintu kita, mencari kawanan domba-Nya. Oleh karena itu, kita harus cermat mendengarkan suara Tuhan, karena hanya dengan begitu kita dapat menjadi gadis bijaksana dan menyambut kedatangan Tuhan. Seperti ketika Tuhan Yesus memanggil Nathaniel, misalnya. Tanpa melihat Nathaniel, Tuhan tahu bahwa dia sedang berdoa di bawah pohon ara, dan Dia tahu bahwa hati Nathaniel tidak menyimpan tipu daya, sehingga Nathaniel dapat mengetahui dari firman Tuhan Yesus bahwa Dia adalah 'Anak Tuhan' dan 'Raja Israel'. Dan karena para murid, seperti Petrus dan Yohanes, mendengar Tuhan Yesus berbicara, mereka mengenali bahwa Dia memang Kristus. Kita dapat melihat dari fakta-fakta ini bahwa mereka yang mendengar suara Tuhan, yang dapat mengatakan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran dan dapat menerima dan menaati penampilan dan pekerjaan Tuhan, hanya merekalah yang dapat diangkat di hadapan Tuhan, dan hanya merekalah gadis bijaksana. Oleh karena itu, agar kita bisa menyambut Tuhan, kita harus memiliki hati yang mencari dengan pikiran terbuka, dan ketika kita mendengar seseorang bersaksi tentang pekerjaan dan firman Tuhan yang datang kembali, kita harus secara aktif mencari dan menyelidikinya, karena hanya dengan begitu, kita bisa mendapatkan kesempatan untuk menyambut Tuhan." Aku sepenuhnya setuju, dan berkata, "Jika kita ingin menyambut kedatangan kembali Tuhan, kita harus belajar bagaimana mendengar suara Tuhan, dan inilah jalan yang harus kita lalui. Orang-orang Farisi pada masa Yesus menantikan kedatangan Mesias, tetapi mereka gagal mendengarkan suara Tuhan, maka ketika Tuhan Yesus muncul dan bekerja sebagai Anak Manusia, mereka membatasi Tuhan dengan gagasan dan imajinasi mereka sendiri. Meskipun mendengar Tuhan berfirman dan tahu bahwa firman-Nya tidak mungkin diucapkan oleh manusia, mereka tetap menolak untuk menerimanya dan memilih untuk berpegang teguh pada gagasan dan imajinasi mereka sendiri. Mereka menentang dan mengutuk Tuhan Yesus, dan akhirnya mereka membuat Tuhan Yesus disalib, sehingga membuat marah watak Tuhan, dan Israel kemudian menderita pedihnya penaklukan nasional. Kegagalan orang-orang Farisi berfungsi sebagai peringatan bagi kita. Aku sendiri telah begitu bodoh, selalu berpegang teguh pada gagasan bahwa Tuhan akan datang di atas awan putih. Jika bukan karena persekutuan kita hari ini, mungkin aku akan terus berpegang teguh pada gagasanku seperti yang dilakukan oleh orang-orang Farisi. Baiklah, aku tidak akan menatap langit lagi. Sebagai gantinya, aku harus cermat mendengarkan suara Tuhan, karena hanya dengan begitu, aku akan mendapatkan kesempatan untuk menyambut kedatangan kembali Tuhan." ………… Sebelum aku menyadarinya, pagi hari telah berlalu hingga sore. Dalam perjalanan pulang, aku sesekali memandang ke langit dan melihat awan putih bergulung-gulung. Ada perasaan yang tidak dapat diungkapkan dalam hatiku, dan aku berpikir Aku tidak akan menatap langit lagi. Aku harus menjadi seperti seorang gadis bijaksana, dan jika ada gereja yang memberitakan bahwa Tuhan telah datang kembali dan bahwa Dia sedang mengungkapkan kebenaran, maka aku akan cermat mendengarkan suara Tuhan. Hanya dengan cara itu aku dapat menyambut kedatangan Tuhan dan diangkat ke dalam kerajaan surgawi …

dia datang diatas awan